Blog posts

Ujian Keras Jokowi Untuk Gatot Nurmantyo

Ujian Keras Jokowi Untuk Gatot Nurmantyo

Opini

Siapa yang tidak kenal dengan Jenderal Gatot Nurmantyo, Panglima TNI saat ini. Beberapa waktu lalu Gatot Nurmantyo, Panglima TNI, berpuisi di Rapimnas Partai Golkar di Balikpapan, Kalimantan Timur. Isinya sebuah merupakan sebuah kegelisahan yang amat sangat dahsyat. Seolah-olah Gatot Nurmantyo sedang menangis sedih, ya…menangisi tanah airnya yang dicintai. Galau, risau, gundah dan gulana, mungkin itu perasaannya. Dalam bayangannya, kini penduduk negeri zamrud di khatulistiwa yang bernama Indonesia itu, setengah terusir. Mereka bukan tuan di atas negerinya sendiri. Mereka telah terasing, tersingkir, terdepak dan menjadi penonton. Begitulah isi puisi Gatot Nurmantyo, Panglima TNI kita…

“Lihatlah hidup di desa, sangat subur tanahnya. Sangat luas sawahnya, tetapi bukan kami punya. Lihat padi menguning, menghiasi bumi sekeliling. Desa yang kaya raya, tapi bukan kami punya. Lihatlah hidup di kota, pasar swalayan tertata. Ramai pasarnya, tapi bukan kami punya. Lihatlah aneka barang, dijual belikan orang. Oh makmurnya, tapi bukan kami punya”. – penggalan Puisi Gatot Nurmantyo

Dalam penggalan puisi diatas megisyaratkan bahwasanya, negeri yang makmur ini, Indonesia sudah tidak dimiliki oleh rakyatnya tapi dimiliki oleh orang lain/pihak lain. Rakyat kecil sudah tertindas oleh kesewenangan pihak pihak yang menguasai. Entah apakah dalam hal ini Gatot Nurmantyo mengemukakan kritiknya terhadap pemerintahan Jokowi melalui puisi ? Wallahu alam…

Jika memang puisi tersebut merupakan kritikan terhadap pemerintah Jokowi, Jokowi pun mengembalikan bola panas kritik tersebut kepada Gatot Nurmantyo, apa caranya ? Salah satunya dengan pengusutan korupsi di tubuh TNI melalui kasus pengadaan Helikopter AW 101.  “Daripada lu berpuisi, tuh gue kasih kerjaan urusin dan beresin institusimu” – Pikir Pakdhe Jokowi.

Helikopter AgustaWestland -101

Yup, kasus korupsi ditubuh TNI saat ini lagi ramai, khususnya kasus pengadaan Helikopter AW 101 yang melibatkan perusahaan sipil dengan mabes TNI-AU. Padahal pengadaan helikopter untuk keperluan VVIP tersebut sudah di tolak oleh Jokowi jauh-jauh hari, tapi kok ya Mabes TNI AU tetep aja ngeyel melakukan pengadaan helikopter tersebut.

Maka sangatlah tepat saat ini Jokowi menguji kehebatan dan keberanian Gatot Nurmantyo untuk membongkar borok yang ada di institusi TNI yang sudah menjadi borok bertahun tahun di dalam pengadaan alutista dan juga barang barang lain di dalam institus TNI. “Jadi jangan cuma berani berpuisi doang, bongkar habis kalo berani dan bisa” – pikir Pak Dhe Jokowi

Kini Gatot harus bekerja sama dengan KPK menghabisi oknum para jenderal yang korup dan mengusut keterlibatan beberapa perwira TNI yang terlibat dalam pembelian helikopter AW101 . Untuk sementara, sudah ada tiga tersangka dari kalangan perwira TNI dengan kerugian negara sebesar Rp 220 miliar. Ini jelas memalukan Gatot Nurmantyo selaku Panglima TNI.

Jadi piye Pak Dhe Gatot, maju terus pantang mundur untuk mengungkap “siapa yang punya” ?

About the author

Aku adalah Aku. Aku bukan kamu, dia, atau mereka. Aku adalah Aku yang kan bersinar terang dengan jalanku tuk menyinari sekitar karena-Nya.” Just be your self, bersinarlah dengan caramu sendiri…..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *