Blog posts

“Jika Omongan Kiai = Fatwa”

“Jika Omongan Kiai = Fatwa”

Opini

Seorang ulama dikenal masyarakatnya menyatakan, “Nonton pornografi lebih baik daripada dengarkan ceramah provokatif, karena nonton porno, sambil istighfar.”

Dan Sayapun Beristigfar……Astagfirullah!

Entah harus berkata apa pada saat salah satu ulama yang notabene adalah pemimpin salah satu ormas keagamaan terbesar di Indonesia memberikan sebuah perbandingan antara teror akibat radikalisme dengan pornografi. Gak nyambung blas ! Ucapan ulama ini menjadi vial di dunia maya di kalangan netizen dikarenakan menurut para netizen, dampak dari pornografi pun tidak kalah membahayakan dibandingkan dengan perilaku intoleran dan juga radikalisme yang saat ini lagi ngehits di seluruh dunia.

Padahal dampak kerusakan yang terjadi akibat pornografi sangatlah banyak, antara lain :

1.Kerusakan Otak

Ahli Bedah Otakdari AS, Dr. Donald Hilton Jr, mengatakan bahwa pornografi sesungguhnya merupakan penyakit,       karena mengubah struktur dan fungsi otak, atau dengan kata lain merusak otak. Terjadi perubahan fisiologis ketika seseorang memasukkan gambar-gambar pornografi lewat mata ke otaknya. Kerusakan yang dihasilkan sangat dahsyat! Bila kecanduan narkoba mampu merusak tiga bagian otak, maka penggunaan materi pornografi yang berketerusan (kecanduan) mampu merusak lima bagian otak. Kerusakan dahsyat! Dr. Mark Kastelmen penulis buku “The Drugs of The Millenium” memberi nama pornografi sebagai visual crack cocain atau narkoba lewat mata. Bagian otak yang paling dirusak adalah pre frontal cortex (PFC) yang membuat seseorang sulit membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, serta mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls.

2. Berbahaya Bagi Yang Belum Menikah

Bagi orang yang belum menikah ketika terpapar pornografi ia akan tergoda melakukan aktifitas seksual yang mereka lihat. Hal tersebut dapat dilakukan kepada orang dekatnya, menjajal dunia prostitusi atau bahkan melakukan kekerasan seksual kepada orang di sekitarnya yang lebih lemah. Ia merusak dirinya dan merusak orang lain.

Dan masih banyak lagi….
Saya juga pernah mengenal orang tua yang dulunya gemar membaca media porngrafi ketika anaknya kecil. Ternyata di masa tuanya ia meninggal dunia sakit jantung karena tekanan batin oleh ulah anaknya sendiri yang kecanduan pornografi. Ada juga pasangan suami istri yang kena pornografi sampai terjerat perselingkuhan, anaknya mangalami adiksi pornografi lebih parah. Rumah tangga hancur. Aduh, sedihnya!

Kami para orang tua yang telah kelabakan dengan bahaya pornografi yang mengakibatkan luluh lantak moral, jiwa dan masa depan anak anak kami, kami tetap harus perjuangkan ini… Kami menjaga harapan-harapan kami..agar anak anak kami dapat disembuhkan…dapat hidup normal kembali dan itu adalah seluruh jiwa ayah dan ibu ingin anak anaknya memiliki masa depan…. Karenanya kami percaya…hasil temuan para ahli perilaku otak telah memberi harapan, masih ada penangkal bencana yang dapat menyelamatkan generasi bangsa….
Jadi kami mohon, janganlah ini dijadikan fatwa…karena pasti akan muncul Gerakan Pengawal Fatwa Menonton Pornografi, tidak bisa dibayangkan akan ada videotron yang memutar Maria Ozawa pada saat melakukan demonstrasi…..

Link Terkait :

  1. https://webgram.co/p/BUqughugJBY
  2. https://5osial.com/2011/09/29/jika-omongan-kiai-fatwa-kayaknya-omongan-ini-termasuk-omongan-sakit-agil-siraj-nonton-situs-porno-tak-berdosa/
  3. http://liputanislam24jam.blogspot.co.id/2017/05/said-aqil-sebut-melihat-film-porno.html
  4. https://nasional.tempo.co/read/news/2017/05/23/173878085/nu-radikalisme-menyebar-ke-kampus-terutama-masjid-salman-itb

About the author

Aku adalah Aku. Aku bukan kamu, dia, atau mereka. Aku adalah Aku yang kan bersinar terang dengan jalanku tuk menyinari sekitar karena-Nya.” Just be your self, bersinarlah dengan caramu sendiri…..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *