<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>uyung.com -  Journey Down To My Life</title>
	<atom:link href="http://www.uyung.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.uyung.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Feb 2010 13:07:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>3 Petuah Cinta Papah</title>
		<link>http://www.uyung.com/2010/02/18/3-petuah-cinta-papah/</link>
		<comments>http://www.uyung.com/2010/02/18/3-petuah-cinta-papah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 13:07:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uyung.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Disadari atau tidak, setiap anak laki-laki gemar meniru apa yang dilakukan oleh bapaknya. Baik ucapan maupun perbuatan, setuju ?

Begitupun saya. Boleh saja saya mengaku belajar dari buku, atau dari para guru kehidupan. Namun petuah yang diwariskan oleh Papah lah yang biasanya paling membekas di sanubari.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Disadari atau tidak, setiap anak laki-laki gemar meniru apa yang dilakukan oleh bapaknya. Baik ucapan maupun perbuatan, setuju ?</p>
<p>Begitupun saya. Boleh saja saya mengaku belajar dari buku, atau dari para guru kehidupan. Namun petuah yang diwariskan oleh Papah lah yang biasanya paling membekas di sanubari.</p>
<p>Dan kawan, diantara petuah sakti tersebut adalah tentang cinta&#8230;.</p>
<p>Petuah pertama, &#8220;Yung, jangan pacaran hingga kau masuk bangku kuliah. Karena itulah saat dimana para wanita berada di puncak kecantikannya&#8221;</p>
<p>Saya dapatkan petuah ini saat dibangku sekolah dasar. Saat kelas enam, dimana satu-persatu teman dekatku yang mulai puber, mempraktekan ajaran sesat sinetron dan film india yang bernama pacaran. Saya ingat, saat itu ada tiga anak gadis yang kuincar. Si gadis pintar rendah hati, si gadis tinggi putih langsat, dan si gadis manis imut di sekolah sebelah&#8230;.</p>
<p>Saya ingiiin sekali menggandeng salah satunya. Apalagi, ternyata rahasia yang saya simpan rapat-rapat ini ternyata bocor juga. Entah siapa diantara sobatku yang tega membocorkannya. Tau sendiri dong, fakta yang menyebar seolah bahan bakar yang akan menyulut kenekatan seorang bocah laki-laki yang hormon cintanya sedang meledak-ledak.</p>
<p>Hingga akhirnya petuah Papah meredam semuanya, saya memutuskan menunda pacaran.</p>
<p>Dan di bangku SMA, petuah papah ternyata mengantar saya pada petuah yang lebih baik. Saya tidak mau pacaran!</p>
<p>Karena puji syukur alhamdulillah, Allah kirimkan alumni soleh dan solehah ke sekolah kami. Allah kenalkan cerpen dan novel islami di Pasar Buku Shoping Center Malioboro . Menjejalkan konsep kebenaran dalam sukma saya. Bahwa Islam memiliki konsep yang jauh lebih mak nyus daripada pacaran.</p>
<p>Petuah kedua, &#8220;Yung, salah satu ciri jodoh adalah, saat si dia terus terbayang di ingatan selama tiga bulan. Walau antara kau dan dia, tak sering berinteraksi&#8221;</p>
<p>Beliau menyampaikan petuah ini saat saya SMA, sambil membumbui kisah cintanya dengan mamahku. Dan tentu, sebuah teori yang dilandasi fakta di depan mata. Apalagi disampaikan oleh pria yang kita yakini kejujurannya, sangat sulit terbantahkan.</p>
<p>Sayapun mencoba mengamalkannya. Tiap ada wanita mampir ke salah satu sisi hati, saya layani namun saya pun tak mau liar menghampiri. Saya camkan petuah Papah. Harus sabar selama tiga bulan. Dan ternyata, konsep ini cukup efektif bagi saya untuk membedakan definisi antara simpati, kagum, dan cinta.</p>
<p>Namun, sekali lagi bahwa hidup ini berproses. Kita tak boleh memastikan jodoh, sebelum akad terucap. Petuah nomer dua ini, ternyata tetap memerlukan pelengkap berupa keimanan terhadap takdir. Saya harus belajar rela, bila si gadis tiga bulan tersebut, ternyata menerima pinangan lelaki lain untuk mengikat akad dengannya.</p>
<p>Namun, sebelum hal itu terjadi, boleh dong jika saya tetap menyempurnakan ikhtiar cinta <img src='http://www.uyung.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya mengira, petuah nomer dua itu adalah akhir. Tapi ternyata tidak. Baru bulan ini papah menyampaikan petuah terbarunya. New release, fresh from the oven, aktual tajam dan terpercaya <img src='http://www.uyung.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Petuah ketiga itu adalah, &#8220;Yung, jangan tergesa dalam cinta. Kau harus mengobrol dan temui dirinya, minimal enam kali!&#8221;</p>
<p>Tapi ingat kawan, ada syarat dan ketentuan berlaku disini. Si dia harus memberi izin terlebih dahulu untuk ditemui, dan pertemuan itu harus tetap di koridor aturan syar&#8217;i.</p>
<p>Tak boleh berduaan, harus ada mahrom, atau minimal penengah. Agar syetan tak kuasa menghembuskan sikap bujuk rayu pada sang lelaki, dan sikap manis manja dan menggemaskan pada sang perempuan.</p>
<p>Saya setuju, dan berharap petuah nomer tiga ini bisa beres teramalkan 2 tahun ini. Amiiin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uyung.com/2010/02/18/3-petuah-cinta-papah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Papah..Untuk Anakku</title>
		<link>http://www.uyung.com/2010/02/18/papah-untuk-anakku/</link>
		<comments>http://www.uyung.com/2010/02/18/papah-untuk-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 10:13:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uyung.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang, saya sebagai seorang ayah dari 2 orang perempuan cantik, selalu berpikiran tentang sebuah perjalanan hidup sebagai seorang ayah bagi 2 anak saya, perjalanan hidup yang mana kadang jika diterjemahkan dengan bahasa hati, mengandung arti yang cukup penting dan dalam bagi saya......
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang, saya sebagai seorang ayah dari 2 orang perempuan cantik, selalu berpikiran tentang sebuah perjalanan hidup sebagai seorang ayah bagi 2 anak saya, perjalanan hidup yang mana kadang jika diterjemahkan dengan bahasa hati, mengandung arti yang cukup penting dan dalam bagi saya&#8230;&#8230;</p>
<p>Saya menyadari bahwasanya mungkin mama nya Calya dan Fisha lebih sering menanyakan keadaan anak-anak setiap hari .Tapi ingatkah jika papahmu ini yang mengingatkan mamah supaya kalian bisa menelpon papah ?</p>
<p>Mungkin juga mamah yang lebih sering mengajakmu bercerita,tapi taukah kalian bahwa sepulangnya papah bekerja dengan rasa lelah papah selalu menanyakan kabar kalian dari mamah mu?</p>
<p>Terbayang sebuah bayangan mengenai perjalanan kalian untuk ke depannya&#8230;..</p>
<p>Papah mengajari kalian bermain sepeda. Setelah papah mengganggap kalian bisa, maka papah akan melepaskan roda bantu di sepeda kalian, Saat itu pasti mamah akan menutup mata karena takut kalian terjatuh lalu terluka. Tapi papah akan yakin menatap kalian mengayuh sepeda dengan pelan karena papah tahu kalian pasti bisa.</p>
<p>Saat kalian menangis meronta meminta boneka yg baru,mamah menatap kalian dengan iba,tetapi papah akan berkata dengan tegas &#8220;kita beli nanti,tapi tidak sekarang&#8221; karena papah tidak ingin kalian menjadi manja dengan semua tuntutan yang selalu di penuhi.</p>
<p>Bayangan Papah&#8230;saat <strong>kalian beranjak remaja</strong></p>
<p>kalian akan  mulai menuntut untuk keluar malam. Lalu papah akan  mulai bersikap lebih tegas ketika mengatakan <strong>&#8220;tidak&#8221;</strong> kepada kalian&#8230;<br />
itu utk menjaga kalian  karena kalian adalah sesuatu yg berharga bagi papah&#8230;.<br />
Lalu kalian masuk ke kamar membanting pintu.<br />
Tp yg datang  mengetok pintu dan membujuk mu adalah mamah.<br />
Taukah kalian saat itu papah sedang memejamkan mata dan menahan diri,karena papah sangat ingin mengikuti keinginanmu. Tapi karena papah sayang kalian, papah harus menjagamu&#8230;</p>
<p>saat seorang cowok mulai sering datang mencari kalian, Papah pasti akan memasang wajah paling cool sedunia. Dan sesekali menguping atau mengintip saat kalian sedang brdua di ruang tamu. Tahukah kalian kalo papah merasa cemburu ??</p>
<p>dan saat papah memberikan kalian sedikit kesempatan dengan melonggarkan sedikit peraturan, kalian melanggar jam malam yang papah buat . Papah akan duduk di ruang tamu menunggu kalian pulang dengan sangat-sangat khawatir. Papah akan marah ketika melihat kalian pulang terlalu larut. Papah marah. Karena hal yang di takuti papah adalah &#8220;kalian sudah tidak ada lagi dan papah tidak bisa bertemu lagi dengan kalian&#8221;</p>
<p>saat papah sedikit memaksamu untuk menjadi seorang dokter. Ketahuilah bahwa papah hanya memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh papah akan tetap tersenyum saat pilihanmu adalah menjadi seorang penulis.</p>
<p>sampai saat papah harus melepasmu di bandara. Bahkan saat badan papah terlalu kaku untuk memelukmu. Papah cuma hanya bisa tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu. Papah ingin rasanya menangis seperti mamah yang menangis dan memelukmu erat. Tapi papah hanya akan menghapus sedikit air mata di sudut mata papah dan menepuk pundakmu berkata &#8220;jaga diri baik-baik, papah ikut mendoakanmu dari sini&#8230;&#8221;. Agar kalian kuat untuk pergi meninggalkan papah dan mamah demi cita-citamu&#8230;.</p>
<p>saat kalian butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening tentu adalah Papah. Berusaha mencari jalan agar kalian bisa merasa sama dengan yang lain.</p>
<p>ketika permintaan kalian bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan papah tau papah tidak bisa memberikan. Papah sangat ingin mengatakan &#8220;iya nak,nanti kita beli&#8221; dan saat kata- kata yang keluar adalah &#8220;tidak bisa&#8221; dari bibir papah, tahukah kalian papah akan merasa gagal membuat kalian tersenyum dan bahagia&#8230;..</p>
<p>saat kalian sakit dan tidak berada di dekat papah . Papah akan merasa terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak kalian berkata &#8220;sudah di bilang kalo magrib-magrib jangan keluar !&#8221;.berbeda dengan mamah yang memperhatikanmu dengan lembut.</p>
<p>ketahuilah saat itu papah amat sangat khawatir dengan  keadaan kalian&#8230;..</p>
<p>dan di saatnya nanti kalian wisuda sebagai seorang sarjana. Papah adalah orang pertama yg berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papah akan tersenyum bangga dan puas melihat &#8220;putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang&#8221;</p>
<p>sampai saat itu seorang teman hidupmu datang dan meminta izin mengambilmu dari sisi Papah. Papah akan sangat berhati-hati memberikan izin.karena papah tau laki-laki pilihanmu itu yang nanti akan menggantikan papah&#8230;..</p>
<p>dan saat Papah melihat kalian duduk di panggung pernikahan bersama seseorang yang pantas menggantikan papah&#8230; Papah akan pergi kebelakang panggung,dan menangis , dalam hati papah berkata&#8230;. &#8220;tugasku telah selesai dengan baik.putri kecilku yang lucu telah menjadi wanita yang paling cantik dalam hidup papah&#8230;.&#8221;</p>
<p>Papah hanya bisa menunggu kedatangan kalian dan cucu-cucu sesekali untuk datang menjenguk papah. Dengan rambut papah yang telah memutih dan dan badan papah yang sudah tidak kuat lagi karena usia, untuk menjaga kalian dari segala macam marabahaya&#8230;..</p>
<p>papah ingin selalu menjadi sosok selalu terlihat kuat oleh kalian , bahkan ketika papah tidak kuat untuk tidak menangis. Harus terlihat tegas bahkan saat papah ingin memanjakan kalian . papah juga orang pertama yang selalu yakin bahwa &#8220;kalian bisa&#8221; dalam hal apapun&#8230;..</p>
<p>Pada akhirnya, papah akan berbisik&#8230;&#8230;.<strong>&#8220;hidupku tak sia-sia&#8230;.&#8221;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uyung.com/2010/02/18/papah-untuk-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikah Itu Sekolah Cinta</title>
		<link>http://www.uyung.com/2010/02/18/menikah-adalah-sekolah-cinta/</link>
		<comments>http://www.uyung.com/2010/02/18/menikah-adalah-sekolah-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 09:32:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uyung.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, &#8220;Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya&#8221;, Tuhan menjawab.</p>
<p>Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.</p>
<p>Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, &#8220;HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan.&#8221;</p>
<p>Saya bertanya, &#8220;Mengapa Tuhan?&#8221; dan Ia! menjawab, &#8220;Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar.&#8221;</p>
<p>Aku bertanya lagi, &#8220;Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dari-Mu?&#8221;</p>
<p>Jawab Tuhan, &#8220;Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagi-Ku untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar; atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak&#8230;.&#8221;</p>
<p>Kemudian Ia berkata kepada saya, &#8220;Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna.<br />
Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu&#8221;.</p>
<p><strong>Ini untuk : yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah dan yang sedang mencari, khususnya yang sedang mencari.</strong></p>
<p>JIKA&#8230;</p>
<p>Jika kamu memancing ikan&#8230;..</p>
<p>Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil Ikan itu&#8230;..<br />
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja&#8230;.</p>
<p>Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.</p>
<p>Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang&#8230; .<br />
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya&#8230;..<br />
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja&#8230;&#8230;.</p>
<p>Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat tentang dirimu&#8230; .<br />
Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya&#8230;. .</p>
<p>Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya Begitu istimewa&#8230;.. .</p>
<p>Anggaplah ia manusia biasa.</p>
<p>Apabila sekali ia melakukan kesalahan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya. Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.<br />
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus Hingga ke akhirnya&#8230;. .</p>
<p>Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang pasti baik untuk dirimu.<br />
Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu tidak puas, dan coba mencari makanan yang lain&#8230;.</p>
<p>Terlalu ingin mengejar kelezatan. Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. kamu akan menyesal.</p>
<p>Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan yang membawa kebaikan kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu. Mengapa kamu selalu merasa tidak puas, coba bandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kamu akan kehilangannya; apabila dia menjadi milik orang Lain kamu juga akan menyesal nantinya&#8230;.:)</p>
<input name="charset_test" type="hidden" value="€,´,€,´,?,?,?" />
<input name="fb_dtsg" type="hidden" value="JXAnJ" />
<input id="feedback_params" name="feedback_params" type="hidden" value="{&quot;actor&quot;:&quot;1151199386&quot;,&quot;target_fbid&quot;:&quot;250567974476&quot;,&quot;target_profile_id&quot;:&quot;1151199386&quot;,&quot;type_id&quot;:&quot;14&quot;,&quot;source&quot;:&quot;6&quot;,&quot;assoc_obj_id&quot;:&quot;&quot;,&quot;source_app_id&quot;:&quot;&quot;,&quot;extra_story_params&quot;:[],&quot;check_hash&quot;:&quot;24bedc6674a2b92d&quot;}" />
<input id="post_form_id" name="post_form_id" type="hidden" value="92a9c4373de0976afb8ad0df640cf28f" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uyung.com/2010/02/18/menikah-adalah-sekolah-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memori Hilang Tentang Ibu</title>
		<link>http://www.uyung.com/2010/02/18/memori-yang-hilang-tentang-ibu/</link>
		<comments>http://www.uyung.com/2010/02/18/memori-yang-hilang-tentang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 09:24:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Desember]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.uyung.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Memiliki anak adalah kenikmatan tersendiri. Seluruh gerak dan ritual hidup saya berubah sejak memiliki Calya dan Fisha. Di sisi lain, saya melihat beribu keajaiban yang sebelumnya tak pernah terekam dalam benak saya tentang seorang ibu, khususnya ibu saya, Mamah.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memiliki anak adalah kenikmatan tersendiri. Seluruh gerak dan ritual hidup saya berubah sejak memiliki Calya dan Fisha. Di sisi lain, saya melihat beribu keajaiban yang sebelumnya tak pernah terekam dalam benak saya tentang seorang ibu, khususnya ibu saya, Mamah.</p>
<p>Ibu saya pernah berkata, “Saat kamu memiliki anak, barulah kamu mengerti seluruh maksud dari yang Mama lakukan untuk kamu dan adik-adik kamu.”</p>
<p>Di hari ibu yang sudah berlalu kemarin, seluruh kenangan perjalanan saya dan ibu saya kembali saya putar. Seakan memperhatikan slide-show Picasa di layar komputer saya, seluruh gambar berputar mundur hingga ke saat-saat saya kecil (dan bandelnya minta ampun) lalu akhirnya semuanya buram. Ah, ternyata hanya sejauh itulah saya bisa mundur.</p>
<p>Saat-saat saya enggan masuk ke rumah sehabis pulang sekolah dan akhirnya diam-diam menyimpan sepatu di atas tempat sampah dan pergi bermain. Atau bagaimana ibu saya menuntun saya pergi ke sekolah, sambil menggendong adik saya, di pagi yang gelap karena debu letusan gunung Kelud. Ah, saya juga ingat bagaimana ibu saya harus pergi meminta maaf kepada ibu teman saya (saat itu TK nol kecil) karena saya melukai matanya menggunakan pedang-pedangan (padahal itu pertarungan yang fair kok <img src='http://www.uyung.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  ). Atau bagaimana galaknya ibu saya saat saya enggan belajar membaca.</p>
<p>O – te – o – to, bemo</p>
<p>saat itu saya yakin ibu saya tak akan tahu apa yang saya baca – toh tinggal lihat gambar semua ejaan akan benar. Jeweran dan cubitan menemani saya belajar. Namun itu semua yang membuat saya berhasil dan menjadi seperti saat ini.</p>
<p>Sayangnya saya tidak bisa melihat gambaran yang lebih tua dari itu. Ibu sayalah yang bercerita tentang masa bayi saya, namun sepertinya saya tak pernah puas dengan cerita saja. Saya ingin melihat gambaran masa-masa itu. Melihat ibu saya tersenyum saat menceritakan masa-masa saya bayi, meskipun cerita tersebut tentang saya yang tak bisa tidur, sakit, ataupun kebandelan saya saat bayi, membuat saya mengerti betapa berharganya perjalanan yang dilaluinya bersama saya.</p>
<p>Kini,</p>
<p>melihat bagaimana Mimi mengasuh dan menjaga Calya dan Fisha, membuat saya tersadar bahwa masa-masa inilah yang tak terekam di kepala saya. Sering, ketika malam saya mengecup kening Calya, Fisha dan Mimi, saya seolah melihat gambaran ibu saya dan saya saat bayi.</p>
<p>Bagaimana tetesan air susu Mimi menenangkan Calya dan Fisha saat terbangun di malam hari dan menangis. Bagaimana pelukan Mimi membuat Calya dan Fisha nyaman saat berada di lingkungan yang asing baginya. Bagaimana belaian tangan Mimi membuat Calya dan Fisha tersenyum. Bagaimana telatennya Mimi membersihkan lipatan-lipatan kulit di kaki dan tangan Calya dan Fisha saat memandikannya di pagi dan sore hari.</p>
<p>Bagaimana detak jantung Mimi membuat Calya dan Fisha bisa tertidur saat demam tinggi menyerangnya. Bagaimana senyum Mimi bisa membuat Calya dan Fisha tertawa. Bagaimana sedih dan stressnya Mimi karena berat badan Calya di bawah rata-rata. Bagaimana tangis Mimi saat Calya dan Fisha jatuh sakit justru bisa membuat Calya dan Fisha tertawa.</p>
<p>Bagaimana untaian doa di pagi, siang, malam, selalu digumamkan oleh Mimi demi sang buah hati.</p>
<p>Saya masih ingat juga, Mimi begitu rajinnya membacakan Surat Maryam saat Mimi sedang hamil Calya dan Fisha, tanpa terputus setiap harinya selama 9 bulan 10 hari di kandungan&#8230;.</p>
<p>Ah, inikah yang tak terekam tentang ibu saya saat saya bayi?</p>
<p>Terimakasih, Ma! Belum banyak yang bisa aku lakukan untuk Mama. Mungkinkah seuntai doa mampu membalas seluruh hal-hal yang telah Mama lakukan buat aku?</p>
<p>Perempuan Indonesia, Selamat hari ibu!</p>
<p>Peluk dan cium untuk Mama di Jogja dan Mimi yang selama ini menjaga kedua malaikat kecilku&#8230;&#8230;.</p>
<p>Jakarta, 22 Desember 2009. Gedung 49 2nd Floor, Jakarta Selatan, dalam kesendirian&#8230;mengenang jasa seorang ibu&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.uyung.com/2010/02/18/memori-yang-hilang-tentang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
