Blog posts

Bom Kampung Melayu Apakah Sebuah Rekayasa ?

Bom Kampung Melayu Apakah Sebuah Rekayasa ?

Opini

Setelah peristiwa pengeboman yang dilakukan di Kampung Melayu Jakarta Timur, banyak berita yang menyebar di media sosial bahwasanya bom bunuh diri Kampung Melayu adalah rekayasa.

Sungguh Terlalu kalo kata Bang Haji Rhoma Irama, jika ada orang yang beropini bahwasanya pengeboman tersebut adalah rekayasa, Bagimana tidak, ada 3 anak bangsa yang berprofesi sebagai polisi sebagai garda terdepan Negara Indonesia menjaga keamanan negeri ini menjadi korban tewas dalam tragedi Bom Kampung Melayu, sedangkan diluaran sana masih banyak orang yang sinis terhadap kejadian ini. Dimana pikiran mereka ? Dimana nurani mereka ? Apakah mereka memikirkan perasaan orang tua, istri dan anak anaknya yang melihat anaknya, suaminya, ayahnya menjadi korban kebiadaban teroris ?

“Siapapun yang mengatasnamakan Islam dengan perilaku keji dan dzalim maka itu tak sesuai dengan keindahan dan kemuliaan Islam seperti dicontohkan Rasul,” – Aa Gym

Membunuh satu nyawa tanpa dasar yang haq sama dengan membunuh semua manusia, menjaga satu nyawa agar tak melayang sama dengan menjaga seluruh nyawa yang hidup. – Ustadz Bachtiar Nasir

Mengutip mas Aliffurahman mengenai fenomena orang yang menganggap rekayasa kejadian pengeboman ini, bahwasanya, ada tiga kelompok mengapa mereka yang beranggapan bahwa ini adalah rekayasa.

Pertama, mereka adalah bagian, anggota atau keluarga dari teroris tersebut. Mereka adalah kelompok yang setuju dengan aksi bom bunuh diri. Sehingga ketika bom meledak, mereka coba menuduh pihak lain, tujuannya adalah melindungi sang teroris dari perbincangan. Inilah yang disebut tekhnik pengalihan isu, kenyataannya adalah terjadi ledakan bom dan menelan korban, tapi kemudian yang dibahas adalah tuduhan kepada Polisi yang difitnah telah membuat rekayasa chat mesum Rizieq.

Kedua, mereka adalah pembenci pemerintah. Sehingga apapun yang terjadi di negeri ini, termasuk bom bunuh diri, yang mereka salahkan adalah pemerintah. Dihubung-hubungkan dengan isu dan kasus politik yang sedang berkembang.

Ketiga, mereka sakit jiwa.

Ketiga kelompok ini satu suara; rekayasa. Jika kemungkinan kedua dan ketiga, mereka hanya perlu dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan gratis dari pemerintah. Mereka adalah kelompok orang yang selama ini dimanfaatkan oleh teroris, sehingga teroris bisa melancarkan aksinya tanpa perlu disalah-salahkan.

Yang bermasalah jika mereka di kelompok pertama, yang beranggapan bahwa bom bunuh diri adalah jihad, membela agamanya, dan seterusnya. Ini harus dipantau dan diselidiki lingkungan dan jaringannya. Karena ada kemungkinan ke depan mereka juga akan melakukan hal yang sama; meledakkan diri.

Begitulah kura-kura yang terjadi di masyarakat yang bagi saya berpendidikan, tapi tidak punya rasa empati dan simpati dengan kejadian ini….

About the author

Aku adalah Aku. Aku bukan kamu, dia, atau mereka. Aku adalah Aku yang kan bersinar terang dengan jalanku tuk menyinari sekitar karena-Nya.” Just be your self, bersinarlah dengan caramu sendiri…..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *